9 Jenis Format Video Terbaik untuk Proyek Profesional Kamu

format video

Dalam era digital yang semakin maju, video menjadi salah satu bentuk konten yang paling sering diminati kebanyakan orang.

Dengan maraknya pembuatan dan pengolahan video saat ini, perlu adanya pengetahuan tentang format video yang cocok untuk setiap proyek kamu. Ketahui macam-macam formatnya disini.

7 Jenis Format Video dan Penjelasannya

Berikut ini adalah format (container) video yang paling populer saat ini serta penjelasan keunikannya!

1. MP4

MP4 (sering juga ditulis MPEG-4 part 14) adalah format video yang paling sering digunakan saat ini. Terlebih setelah YouTube, platform berbagi video yang paling populer saat ini, menggunakan format MP4 sebagai standar pembagian videonya.

MP4 yang pertama kali rilis pada Oktober 2001 adalah hasil karya International Organization for Standardization (ISO) yang berguna untuk menyimpan berkas audio, video, gambar, teks, dan metadata lainnya. Format ini serbaguna karena berbagai platform dan perangkat lunak bisa menggunakannya.

MP4 terkenal karena membutuhkan ruang penyimpanan yang relatif kecil. Dengan menggunakan MPEG-4 AVC/H.264 sebagai codec videonya, format ini dapat mengompres dengan data yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas videonya. 

2. AVI

Format video selanjutnya adalah AVI (Audio Video Interleave). AVI adalah hasil pengembangan Microsoft pada tahun 1992 yang mana ditujukan untuk container pendukung streaming media, seperti video, audio, dan berkas lain seperti subtitles dan gambar. 

Dikarenakan mampu menyimpan berkas dengan kualitas yang tinggi, sering kali format file AVI menjadi pilihan terbaik untuk menyimpan file besar. Misalnya file  video dalam ranah produksi TV, promosi, maupun film. 

AVI menggunakan DivX codec untuk audio dan videonya. Dengan codec ini, file AVI membutuhkan lebih banyak ruang penyimpanan sebanding dengan besarnya kualitas gambar di dalamnya. Maka dari itu, file AVI kurang cocok untuk kebutuhan streaming atau uploaddownload karena membutuhkan banyak kuota data.

3. MOV

MOV (QuickTime) adalah format video yang mirip dengan MP4. Bedanya, format ini lebih ditujukan untuk kebutuhan video berdurasi pendek. MOV dapat menyimpan audio dan video, serta berkas lain seperti gambar dan CC (closed caption). 

Lantaran merupakan hasil pengembangan Apple, MOV utamanya digunakan dalam ekosistem Apple, seperti pada iPad, iPhone, dan Mac. Namun, perangkat lain juga bisa menggunakannya, seperti kamera Nikon dan Canon. 

Tak jarang, file MOV mengalami kendala saat kamu akan membuka video di Windows Media Player. Kendala ini berasal dari penggunaan codec yang berbeda antara container (berkas) dan player (pemutar media). Untuk mengatasi kendala ini, kamu dapat mengunduh codec lain atau melakukan convert data.

4. MKV

Matroska Video atau MKV memiliki daya tarik tersendiri yang berbeda dari format video lainnya. Berkas MKV dapat mendukung berbagai video dan audio codec, beberapa subtitle tracks, dan metadata di dalamnya.

MKV adalah format multimedia open-source yang berkembang pada tahun 2002 berdasarkan Extensible Binary Meta Language (EBML) hingga saat ini. Berkas MKV dapat mengakomodasi berbagai format kompres audio dan video yang beresolusi tinggi atau video online.

Untuk memutar berkas MKV, kamu memerlukan media player yang mendukung format kontainer Matroska, seperti VLC Media Player atau KM Player. MKV gratis paling sering digunakan kebanyakan orang karena memiliki fitur fast seeking dan pemulihan error.

5. WebM

WebM adalah kontainer multimedia hasil kembangan Google yang rilis pada tahun 2010. Format video ini gratis dan royalty-free karena menjadi alternatif format lain, seperti MPEG4 dan H.264. Format ini dirancang khusus untuk penggunaan di web, dengan fokus kualitas video yang tinggi dan kompresi yang efisien.

WebM berkembang berdasarkan kontainer media Matroska karena memiliki fleksibilitas tinggi dengan berbagai codec di dalamnya. Utamanya, format ini bisa dimainkan di HTML5, sehingga cocok untuk pemutaran media online. Sementara untuk diputar di WMP, kamu memerlukan software lain atau perangkat convert file.

Berbagai web browser populer, seperti Chrome, FireFox, dan Opera, bisa mendukung file WebM. Bahkan, Google telah membuat plugin khusus agar Microsoft Edge dan Safari bisa memutarnya juga. Jika kamu berencana membuat video untuk platform web, maka format berkas WebM sangat cocok untuk proyek kamu.

6. FLV

Flash Video atau FLV adalah format video yang menggunakan codec video H.264 dan MP3 atau Nellymoser untuk codec audionya. Format FLV biasanya digunakan untuk mengirim video di masa awal kejayaan YouTube. 

Berkas FLV idealnya bisa kamu putar menggunakan default player, yakni Adobe Flash Players. Tak hanya itu, kamu bisa memutar video FLV menggunakan VLC Media Player dan MPC-HC. Kamu juga bisa menggunakan media player alternatif yang mendukung format FLV, seperti QuickTime atau MPlayer.

Di dunia maya, browser yang mendukung Adobe Flash Player atau HTML5 adalah Adobe Flash Player API. Dengan efisiensi codec yang mumpuni, FLV membutuhkan ruang penyimpanan yang relatif kecil tanpa mengorbankan kualitas videonya. 

7. MPEG

Moving Picture Experts Group (MPEG) adalah format video utama milik MPEG Group. Terdapat berbagai macam versi MPEG, misalnya MPEG-1, MPEG-2, MPEG-4, dan MPEG-7, dimana masing-masing jenis memiliki hasil kompres dan kualitas yang berbeda.

Teknik kompres MPEG meliputi intra-frame dan interframe. Video yang dikompres akan ditata ke dalam groups of pictures (GOPs), yang mana terdiri dari bingkai intra-coded (I), predicted (P), dan bidirectional (B). 

Untuk memutar berkas MPEG, kamu dapat menggunakan berbagai media player, seperti VLC Media Player, Windows Media Player, QuickTime Player, MPH-HC, GOM Player, MPlayer, dan PotPlayer. Untuk mengubah format, kamu bisa menggunakan VideoLAN VLC, HandBrake, atau Apple QuickTime Player.

Codec Video AVC dan HEVC

Codec adalah perangkat atau program yang bertugas untuk encode dan decode data atau sinyal. Apakah itu?

Encode adalah proses untuk menyimpan data mentah menjadi lebih kecil dan mudah dikelola. Sementara decode adalah proses mengubah hasil encode ke bentuk awal sehingga kamu bisa melihat atau mendengar kembali berkas tersebut. 

AVC dan HEVC adalah standar kompres format video yang populer karena bisa menyuguhkan video berkualitas tinggi dengan kompresi yang efisien. AVC (Advanced Video Coding) atau H.264 pertama kali rilis pada tahun 2003 dan masih dipakai hingga saat ini, baik dalam platform streaming, perindustrian, dan Blu-ray.

HEVC (High Efficiency Video Coding) atau H.265 rilis sepuluh tahun setelahnya di mana memiliki daya kompres yang lebih efisien serta kualitas video yang lebih baik meskipun bitrate-nya sama. HEVC cocok untuk aplikasi Ultra HD (4K) atau video berkecepatan tinggi.

AVC menggunakan struktur blok (macroblocks) yang bisa memproses ukuran 4×4 hingga 16×16 piksel. Sedangkan HEVC menggunakan struktur blok baru bernama Coding Tree Units (CTUs) yang dapat memproses hingga 64×64 piksel. Perbedaan proses inilah yang membuat HEVC lebih efisien daripada AVC.

Pilihan Format Video Terbaik Ada di Tangan Kamu!

Setelah memilih format video yang paling cocok untuk proyek kamu selanjutnya, lengkapi video kamu dengan berbagai aset premium. IDCopy jual akun premium untuk berbagai kebutuhan aset kamu, termasuk akun premium Shutterstock dan akun Freepik premium

IDCopy telah dipercaya banyak orang yang ingin membeli item atau berlangganan akun premium dengan mudah, cepat, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mendapatkan informasi yang lebih penting lainnya, kamu bisa menghubungi kontak IDCopy dan dapatkan penawaran menarik lainnya.

Semua

Premium

x