Dapatkan promo terbaru dengan mengisi formulir di bawah ini!

Langganan Promo Terbaru IDCopy

* indicates required

Mengenal Format Gambar Terbaik Untuk Website

Asset file berupa gambar di website menjadi faktor penting yang menentukan kecepatan loading website kita. Ukuran file yang lebih kecil memungkinkan website kita untuk diakses lebih cepat. Namun ingat, jangan sampai karena mengejar ukuran file yang kecil sampai melupakan kualitas gambarnya sendiri.

Kualitas gambar sendiri berbanding lurus dengan ukuran dari file gambar itu sendiri. Singkatnya semakin besar file gambar maka semakin bagus juga kualitas gambar tersebut. Berlaku sebaliknya. Nah karena itu lah developer biasanya memerlukan file gambar yang memiliki size kecil namun kualitasnya juga masih bagus.

Saat ini kita memiliki beberapa format file gambar di antaranya: JPG, PNG, GIF, dan SVG. Nah di antara semua format tersebut, manakah yang paling optimal untuk sebuah website? Mari kita bahas bersama.

1. JPG

JPG atau JPEG merupakan singkatan dari Joint Photographic Expert Groups. JPG merupakan format gambar paling umum dan paling mudah ditemui. JPG sendiri masih menggunakan teknologi 24-bit yang berarti memiliki jumlah warna sampai dengan 16,8 juta. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk berbagai jenis gambar.

Namun jangan lupa JPG menyimpan data dalam format lossy yang berarti jika kamu melakukan compression yang berlebihan kualitasnya juga akan ikut hancur. Format JPG cocok untuk file-file foto yang memang mengedepankan kualitas detail dan kekayaan warna dan tidak terlalu memikirkan ukuran file.

2. PNG

PNG merupakan singkatan dari Portable Network Graphics. PNG memiliki 2 format yaitu PNG-8 dan PNG-24. Perbedaannya hanya pada jumlah kapasitas warnanya. PNG-8 hanya dapat menampilkan maksimal 256 warna sementara PNG-24 dapat menampilkan jutaan warna.

PNG juga menggunakan format lossless yang berarti tetap berusaha mempertahankan kualitas gambar walaupun sudah melewati proses kompres berkali-kali. Karena memang PNG dirancang untuk mereka yang mengedepankan kualitas. 

3. GIF

GIF adalah singkatan dari Graphics Interchange Format yang hanya mendukung 256 warna. GIF juga satu-satunya format gambar yang mendukung lebih dari 1 frame gambar dan karena itu juga seakan-akan gambar ini bisa bergerak. Namun perlu diingat karena memuat lebih dari 1 frame gambar, maka ukuran filenya pun akan besar.

GIF sama seperti PNG yang menggunakan format kompresi lossless sehingga tetap menjaga kualitas gambar walaupun dilakukan kompresi berkali-kali. Penggunaan yang paling sering dari format GIF adalah untuk asset banner iklan di website.

4. SVG

SVG merupakan singkatan dari Scalable Vector Graphics. SVG menggunakan sistem penulisan dengan markup berbasis XML. Tentu ini menjadikannya beda dari format-format gambar sebelumnya. SVG tidak terbatas dalam urusan piksel karena basis datanya diambil dari kurva matematis.

Hal ini membuat gambar dengan format SVG dapat diperkecil dan diperbesar tanpa batas dengan kualitas yang tetap seperti aslinya. Sangat cocok untuk penggunaan website yang responsive sehingga gambar akan tetap bagus walaupun website diakses dari berbagai jenis ukuran perangkat.

Lalu format gambar mana yang harus kamu pakai?

Jawabannya bisa semuanya menyesuaikan kebutuhan kamu. Jika kamu ingin mengupload foto produk yang memerlukan kekayaan warna maka gunakan format JPG dengan detail sewajarnya agar ukurannya tidak terlalu besar.

Jika kamu memerlukan gambar yang menjaga detail dan transparansi maka gunakan format PNG. Sementara jika kamu memerlukan gambar yang bagus dan bisa diskalakan ke berbagai ukuran maka gunakan format SVG. Biasanya logo pada website bagus jika menggunakan format SVG karena akan terlihat tetap bagus ketika diakses dari berbagai jenis ukuran perangkat.

Oh iya buat kamu yang ingin membeli berbagai asset graphic di shutterstock kamu bisa menggunakan jasa shutterstock dari IDCopy ya. Terima kasih!

Orang Telah Bertransaksi

30 menit yang lalu