Dapatkan promo terbaru dengan mengisi formulir di bawah ini!

Langganan Promo Terbaru IDCopy

* indicates required

Tips Agar Karya Foto Kamu Bisa Diterima Shutterstock

Menjual foto di Shutterstock menjadi salah satu pilihan terbaik kamu untuk menghasilkan uang, terutama bagi kamu yang suka fotografi. Kamu bisa menjual berbagai hasil karya foto kamu dengan berbagai harga yang cukup fantastis.

Kamu bisa menghasilkan uang hingga $10.000, tergantung lisensi yang digunakan oleh pembeli ketika membeli foto kamu. Bisa dilihat pada tabel berikut:

Sumber: Photographytalk

Tertarik jual foto di Shutterstock? Sebelumnya kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut agar foto kamu diterima Shutterstock. Karena setelah upload foto ke website, akan ada proses pemeriksaan foto dari pihak Shutterstock selama 3-4 hari, apakah foto kamu akan langsung di tampilkan di website atau mendapatkan feedback?

Berikut 6 tips agar foto kamu bisa diterima tanpa ada feedback:

1. Hilangkan Logo atau Merek

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pengguna Shutterstock yaitu mengunggah foto yang terdapat logo atau merek. Misalnya foto gedung di perkotaan, setiap gedung tentu terdapat nama gedung atau baliho yang menempel di gedung.

Nah untuk mengantisipasinya, kamu bisa mengedit foto tersebut terlebih dahulu sebelum mengunggah ke Shutterstock, bisa menggunakan berbagai aplikasi edit foto, seperti Adobe Photoshop atau aplikasi editing lainnya.

Tetapi jika terdapat banyak logo atau merek pada foto tersebut (tidak memungkinkan untuk dihilangkan), kamu bisa pilih untuk dijadikan sebagai foto editorial. Apa itu foto editorial? Akan dibahas pada poin nomor 2 (poin selanjutnya).

2. Editorial Photo

Jika kamu kesulitan untuk menghilangkan logo atau merek pada foto yang akan kamu update, kamu bisa menguploadnya dengan metode editorial. Tetapi editorial foto berbeda dengan content foto comercial, foto kamu tidak bisa digunakan untuk urusan bisnis, dan hanya bisa digunakan sebagai berita terkini saja. Jika kamu rajin memotret dan upload saat itu juga, pasti foto kamu akan langsung laku karena waktu yang lebih actual.

Ketika mengupload foto jenis editorial, jangan lupa mencantumkan 5W+1H (dimana, kapan, apa, siapa bagaimana, dan mengapa) pada deskripsi foto. Kemudian pastikan kamu telah memilih mode penggunaan “Editorial”.

Foto jenis editorial memang lebih mudah diterima shutterstock, tetapi foto jenis commercial lebih banyak laku dibandingkan jenis foto editorial.

3. Hindari Noise

Shutterstock tidak bisa menerima suatu foto yang terdapat unsur noise. Noise adalah istilah dalam fotografi untuk menyebut titik-titik pada hasil foto sehingga foto terlihat tidak halus.

Berikut contoh noise pada sebuah foto:

Dalam hal ini, kamu harus pandai mengatur ISO pada kamera yang kamu gunakan. Dengan pencahayaan yang sedikit, kamu harus tahu berapa ISO yang tepat. Tetapi jika masih ada noise, kamu bisa memanfaatkan aplikasi edit foto untuk menghilangkannya. Misalnya Noise Ninja, Noiseware, atau NDNoise.

4. Fokus Objek

Istilah fokus dalam fotografi adalah istilah yang berkaitan dengan bagaimana seorang fotografer menempatkan sebuah objek dalam fotonya, sehingga mata yang melihat akan langsung tertuju objek tersebut.

Tujuannya adalah untuk mempermudah yang melihat menemukan inti dari sebuah foto dan ide yang ingin disampaikan oleh si pemegang kamera.

Nah beberapa foto tidak bisa diterima oleh Shutterstock jika foto tersebut tidak jelas dimana titik fokus objeknya. Sehingga ketika mengambil foto, jadikan satu titik sebagai objek utamanya dan objek lain sebagai pelengkap.

Berikut salah satu contoh foto yang fokus terhadap satu objek:

5. Ukuran Foto

Sebelum mengupload foto ke Shutterstock, perhatikan ukuran (size) foto yang akan kamu upload. Karena foto dengan ukuran dibawah 4 Megapixel tidak akan diterima oleh Shutterstock (gagal upload). Pastikan juga foto kamu memiliki kualitas yang tinggi agar tidak pecah ketika di zoom.

6. Deskripsi Foto

Setelah mengupload foto ke Shutterstock, kamu harus mengisi detail foto tersebut.

  • Isi deskripsi foto minimal 5 kata dan maksimal 200 karakter. Deskripsi foto berisi gambaran dari foto yang kamu upload dan wajib menggunakan bahasa Indonesia. Dan jangan lupa, untuk deskripsi foto dengan mode “editorial” harus berisi 5W1H (dimana, kapan, apa, siapa bagaimana, dan mengapa).
  • Pilih kategori 1 dan 2 sesuai dengan foto yang kamu upload. Ada banyak kategori foto yang bisa kamu gunakan, misalnya abstract, art, people, dan lain-lain.
  • Masukkan lokasi foto.
  • Lanjut menu ke bawah ada Release (Model Rilis dan Properti Rilis). Kamu wajib menyertakan file rilis jika ada model manusia di karya foto kamu atau file properti rilis jika karya foto kamu memuat sebuah bangunan atau desain interior atau lukisan dan karya seni lainnya.
  • Dan terakhir masukkan keyword foto agar foto kamu mudah ditemukan. Shutterstock telah menyediakan beberapa keyword yang relevan dengan foto kamu. Atau kamu juga bisa riset keyword sendiri melalui menu “Keyword Tool”.

Setelah membuat deskripsi foto, jangan lupa tekan tombol “submit” untuk agar foto kamu dapat di review Shutterstock ya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Orang Telah Bertransaksi

30 menit yang lalu