Elicit, Asisten AI untuk Riset Mahasiswa dan Dosen
Pernah mengalami mencari jurnal literatur berhari-hari untuk bahan skripsi/tesis ?
Atau ternyata jurnal yang susah payah dikumpulkan tidak semuanya nyambung dengan topik yang dipilih?
Bagaimana dengan Dosen yang sedang menyiapkan proposal hibah atau artikel ilmiah namun tenggatnya mepet?
Itulah kenapa Elicit dibuat. Alat yang dikhususkan untuk mengolah literatur ilmiah. Artikel ini akan mengulas cara kerjanya, apa yang bisa dikerjakan secara otomatis oleh Elicit, dan bagian mana yang tetap harus Anda kerjakan sendiri.
Apa Itu Elicit?
Elicit adalah asisten riset berbasis AI. Cara kerjanya simpel, pertama tulis pertanyaan penelitian Anda dan biarkan Elicit mencarinya databasenya yang terdiri dari 138+ juta makalah akademik dan 545.000+ uji klinis. Pencariannya semantik, jadi tak perlu menggunakan kata kunci yang persis sama dengan judul jurnal.
Hasil outputnya tidak berupa obrolan panjang khas chat pada umumnya. Anda mendapatkan tabel, ringkasan, dan laporan. Setiap klaim yang diberikan disertai kutipan kalimat dari makalah aslinya, sehingga Anda bisa kroscek apakah AI membaca sumbernya dengan benar.
Fitur yang Berguna Saat di Kampus
Yang paling dasar adalah fitur pencarian dan ringkasan. Dari daftar literatur yang dihasilkan Elicit, Anda bisa lihat ringkasan tiap makalah tanpa membuka PDF satu per satu. Kalau teks makalahnya tersedia lengkap, Anda juga bisa bertanya langsung mengenai isi makalah itu.
Fitur yang paling disukai adalah tabel data. Parameter bisa ditambahkan sesuai kebutuhan, misalnya desain penelitian, jumlah sampel, lokasi, atau hasil utama. Kemudian Elicit bisa mengisinya untuk setiap makalah. Hasilnya seperti matriks sintesis yang biasa Anda buat sendiri saat menulis tinjauan pustaka tapi lebih hemat waktu.
Ada juga laporan riset otomatis. Anda bisa mengatur makalah mana serta informasi apa yang dimasukkan kemudian biarkan Elicit yang menyusun ringkasannya. Untuk riset yang lebih besar, ada alur tinjauan sistematis. Elicit dapat membantu menyeleksi makalah dan mengambil datanya. Terbaru, ada fitur Routines (update 30 September 2026). Anda tinggal meminta Research Agent memantau satu topik, dan ia akan bekerja dibalik layar setiap hari untuk mencari literatur atau temuan baru yang berkaitan dengan topik tersebut.
Penggunaan Elicit Untuk Mahasiswa
Sebagai contoh sebuah skripsi membahas pengaruh media sosial terhadap prestasi belajar. Awali dari pertanyaan penelitian yang lengkap. Sepuluh makalah pertama biasanya sudah cukup untuk menunjukkan istilah yang dipakai, siapa yang diteliti, dan variabel apa yang sering diukur.
Setelah itu buatlah tabel dengan kolom metode, sampel, dan temuan. Gunakan Elicit untuk mengekstraksi data dari literatur berdasarkan parameter tersebut. Sekarang, pola dan celah penelitian mulai terlihat. Perbedaan hasil antarstudi pun lebih mudah dibandingkan. Bahan seperti ini sangat berguna untuk latar belakang dan kajian pustaka.
Kalau sudah punya koleksi literatur di Zotero, Elicit bisa mengimpornya secara langsung. Khusus untuk varian Paket tertentu menambah kemampuan ekspor ke RIS, CSV, BIB, PDF, dan DOCX.
Namun tetap ingat satu hal. Elicit hanya membantu menemukan dan memetakan bacaan, tidak menggantikan kewajiban membaca. Makalah yang mau dikutip tetap harus dibaca mahasiswa sendiri, minimal bagian metode dan hasilnya.
Penggunaan Elicit Untuk Dosen
Kebutuhan dosen agak lain. Untuk proposal hibah, Bimbingan skripsi dan tesis maupun mengetahui Artikel jurnal terbitan terbaru terutama di bidang Anda Elicit bisa membantu ketiganya. Tabel data mempercepat Anda menyusun tinjauan literatur dan menguasai topik baru. Fitur Routines bisa digunakan untuk memantau penelitian terkini.
Untuk kerja tim, Elicit menyediakan paket Scale yang bisa menyunting bersama secara langsung. Cocok untuk kelompok riset atau laboratorium.
Batasan yang Perlu Diketahui
Elicit menggunakan model bahasa yang terkadang bisa salah. Jadi selalu cocokkan hasilnya dengan makalah aslinya.
Buktinya Studi 2024 dari tim Wolstenholme di Sheffield Hallam University menanyai mahasiswa yang memakai Elicit untuk tinjauan pustaka, dan jawabannya beragam. Ada yang terbantu dan ada juga yang ragu pada keakuratan hasilnya. Selain itu Studi ini juga mencatat kekhawatiran bahwa orang jadi terlalu bergantung pada alat AI untuk melakukan sesuatu yang seharusnya bisa dilakukan sendiri. Terakhir, setiap kampus dan jurnal punya aturan mengenai penggunaan AI. Cek aturannya dan pastikan tuliskan dengan jujur bagian mana yang menggunakan bantuan AI.
Berlangganan Elicit Lewat IDCopy
Bagi sebagian mahasiswa dan dosen di Indonesia, bayar dengan dolar lewat kartu internasional jadi hambatan tersendiri. IDCopy punya jalan keluarnya. IDCopy menyediakan akses ke berbagai perangkat lunak dan layanan AI dengan pembayaran dalam rupiah.
Pilihan bayarnya beragam: transfer bank, dompet digital, QRIS, sampai cicilan lewat Kredivo PayLater, Indodana PayLater, dan SPaylater. Anda tidak perlu kartu kredit.
Paket dan harga Elicit bisa berubah mengikuti kebijakan vendor. Karena itu, hubungi tim IDCopy lewat LiveChat atau WhatsApp untuk info lebih lengkap.