Mengenal aSc TimeTables: Alat Penjadwal Pelajaran Otomatis

Setiap awal tahun ajaran, ada satu pekerjaan yang jarang terlihat oleh siswa tapi selalu memakan energi luar biasa besar di ruang guru: menyusun jadwal pelajaran. Waka kurikulum harus mencocokkan ketersediaan puluhan guru, ratusan jam mengajar, kapasitas ruang kelas, sampai jam istirahat, tanpa ada satu pun yang bentrok. 

Kalau masih dikerjakan manual lewat Excel atau bahkan kertas dan spidol, proses ini bisa memakan waktu berhari-hari, dan begitu ada satu guru mengalami masalah atau ada penambahan mata pelajaran baru, seluruh susunan harus diutak-atik ulang dari nol.

Di titik inilah aSc TimeTables mulai banyak dilirik sekolah, mulai dari SD hingga SMA/SMK, sebagai jalan keluar dari rutinitas yang melelahkan tersebut.

Apa Itu aSc TimeTables?

aSc TimeTables adalah perangkat lunak penjadwalan sekolah yang dikembangkan oleh aSc Applied Software Consultants, perusahaan asal Bratislava, Slovakia. Software ini sudah dipakai oleh institusi pendidikan di berbagai negara dan dikenal sebagai salah satu alat penyusun jadwal yang meraih sejumlah penghargaan di kategori tools pendidikan. Fokus utamanya sederhana namun krusial: membantu sekolah membuat jadwal kelas, guru, dan ruangan secara otomatis, akurat, dan bebas bentrok.

Yang membedakan aSc TimeTables dari sekadar template Excel adalah kemampuannya membaca ribuan variabel sekaligus, lalu menyusun ulang kombinasi jadwal sampai menemukan format yang paling seimbang bagi seluruh pihak, mulai dari guru, siswa, hingga manajemen sekolah.

Cara Kerja: Dari Input Data ke Jadwal Jadi Hanya dalam Hitungan Menit

Konsepnya sebenarnya tidak rumit. Anda cukup memasukkan data dasar seperti daftar guru beserta mata pelajaran yang diampu, kelas dan jumlah siswa, ruangan yang tersedia, serta batasan-batasan khusus, misalnya guru tertentu yang hanya bisa mengajar pada hari-hari tertentu. Setelah itu, mesin generator aSc TimeTables akan bekerja mengevaluasi jutaan kemungkinan kombinasi jadwal untuk mencari susunan yang paling pas dengan seluruh kriteria yang Anda masukkan.

Proses yang biasanya memakan waktu berhari-hari kalau dikerjakan manual, di sini bisa selesai hanya dalam hitungan menit. Bahkan ketika ada permintaan mendadak dari kepala sekolah untuk mengubah alokasi jam pelajaran tertentu, Anda tidak perlu menyusun ulang dari awal. Cukup sesuaikan parameternya, dan sistem akan menghasilkan jadwal baru dengan kecepatan yang sama.

Fitur-Fitur yang Membuat Pekerjaan Harian Jadi Lebih Ringan

Selain mesin generator otomatisnya, aSc TimeTables juga dilengkapi kemampuan verifikasi jadwal yang berjalan secara real-time. Setiap kali Anda melakukan perubahan manual, misalnya menggeser satu mata pelajaran ke jam lain dengan drag and drop, sistem langsung memeriksa apakah perubahan tersebut menimbulkan konflik baru, seperti guru yang mengajar di dua kelas pada jam bersamaan. Kalau Anda kurang puas dengan hasil suntingan, tersedia fitur undo dan redo hingga seratus langkah ke belakang, sehingga eksperimen menyusun jadwal terasa jauh lebih aman.

Satu hal lagi yang cukup relevan untuk kondisi sekolah di Indonesia, yang sering kali punya keterbatasan koneksi internet, aSc TimeTables tersedia dalam dua mode: online dan offline. Versi online memungkinkan beberapa staf mengerjakan jadwal yang sama secara bersamaan tanpa perlu instalasi apa pun, sedangkan versi offline tetap bisa berjalan penuh tanpa koneksi internet sama sekali. Kabar baiknya, data dari kedua versi ini saling kompatibel, jadi Anda bebas berpindah dari satu mode ke mode lain tanpa kehilangan pekerjaan yang sudah disusun.

aSc Substitutions dan Panel AI, Dua Fitur yang Bikin Beda

Kalau modul utamanya berurusan dengan penyusunan jadwal, ada satu modul pendamping bernama aSc Substitutions yang berfungsi menangani masalah klasik lainnya: guru absen mendadak. Anda cukup memasukkan data guru yang berhalangan hadir pada hari tersebut, dan sistem akan merekomendasikan guru pengganti yang paling sesuai berdasarkan ketersediaan jam kosong mereka. Anda tetap punya kendali penuh untuk memilih kandidat lain sesuai kebijakan sekolah. Perubahan susunan guru pengganti ini pun otomatis tercatat di jurnal kelas dan kalender, jadi tidak perlu lagi dicatat manual dua kali.

Perkembangan terbaru yang cukup menarik adalah hadirnya panel berbasis kecerdasan buatan di dalam aSc TimeTables. Lewat panel ini, pengguna bisa mengetikkan perintah dalam bahasa sehari-hari untuk meminta perubahan tertentu pada jadwal, atau sekadar bertanya bagaimana cara mengoperasikan fitur tertentu di dalam software. Fitur ini terasa sangat membantu terutama bagi staf sekolah yang baru pertama kali menggunakan software penjadwalan, karena mereka tidak harus menghafal seluruh menu terlebih dahulu untuk bisa langsung produktif.

Kenapa Sekolah Perlu Mempertimbangkan Beralih dari Cara Manual

Kalau ditelaah lebih jauh, alasan sekolah beralih ke aSc TimeTables sebenarnya bukan cuma soal kecepatan. Human error dalam penjadwalan manual, seperti guru yang tanpa sengaja dijadwalkan mengajar di dua tempat sekaligus, bisa berdampak langsung pada kepercayaan orang tua dan kenyamanan proses belajar mengajar. Dengan sistem verifikasi otomatis, risiko semacam ini bisa ditekan jauh lebih rendah.

Di sisi lain, transparansi informasi jadwal ke seluruh pihak juga jadi lebih mudah. Lewat aplikasi mobile pendamping, guru, siswa, maupun orang tua bisa langsung melihat perubahan jadwal begitu ada penyesuaian, tanpa harus menunggu pengumuman ditempel di papan sekolah. Bagi sekolah yang sedang berupaya meningkatkan citra digitalisasi layanan pendidikannya, kehadiran sistem seperti ini bisa jadi nilai tambah tersendiri di mata calon wali murid.

Model Lisensi: Boleh Coba Dulu, Bayar Kalau Sudah Puas

Salah satu hal yang membuat aSc TimeTables terasa rendah risiko untuk dicoba adalah skema trial yang ditawarkan. Versi uji coba tersedia tanpa batas waktu dan memiliki hampir seluruh fungsi versi berbayar, kecuali kemampuan ekspor hasil jadwal dan tanda air pada dokumen cetak. Artinya, sekolah bisa benar-benar menyusun jadwal lengkap terlebih dahulu, memastikan hasilnya sesuai kebutuhan, baru kemudian memutuskan untuk membeli lisensi resmi.

Skema lisensinya sendiri mengikuti model pembelian sekali bayar untuk penggunaan jangka panjang, bukan langganan bulanan seperti kebanyakan aplikasi SaaS pada umumnya. Bagi sekolah atau yayasan pendidikan, model ini biasanya lebih mudah direncanakan dari sisi anggaran tahunan, karena tidak ada tagihan berulang yang perlu dianggarkan tiap bulan.

Cara Mendapatkan aSc TimeTables Lebih Mudah lewat IDCopy

Masalahnya, proses pembelian lisensi software dari vendor luar negeri sering kali jadi hambatan tersendiri bagi sekolah di Indonesia. Mulai dari metode pembayaran yang terbatas pada kartu kredit internasional, komunikasi yang harus dilakukan dalam bahasa Inggris, sampai proses administrasi pengadaan yang memakan waktu lebih lama dari seharusnya.

Untuk urusan seperti ini, keberadaan reseller lokal seperti IDCopy jadi cukup membantu, karena memungkinkan sekolah maupun yayasan pendidikan melakukan pembelian dengan metode pembayaran yang lebih akrab di keseharian, seperti transfer bank, e-wallet, dan QRIS, lengkap dengan opsi cicilan lewat PayLater seperti Kredivo, Indodana, atau SPaylater bagi yang membutuhkan fleksibilitas anggaran. Kalau Anda masih ragu paket mana yang paling sesuai dengan skala sekolah Anda, tim customer service IDCopy yang berbahasa Indonesia siap membantu lewat LiveChat maupun WhatsApp, mulai dari konsultasi kebutuhan lisensi hingga proses pembayarannya.

Bagi Anda yang mengelola urusan kurikulum dan penjadwalan di sekolah, tidak ada salahnya menjadikan aSc TimeTables sebagai bahan pertimbangan serius daripada terus bergulat dengan lembar Excel yang harus diperbaiki berulang kali setiap semester. 

Masih ragu? Hubungi CS IDCopy sekarang dengan klik tombol WA di pojok kanan bawah halaman ini untuk informasi lebih lanjut.

Semua

Premium

x